Toko GEKAJE

gekaje

Polling Website

Apakah Website ini Menarik?

Artikel Terakhir

Calendar

« Dec 2017 »
M S S R K J S
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6

Statistik Website

mod_mod_visitcounterVisitors Online5
mod_mod_visitcounterHits2518436
mod_mod_visitcounterToday431
mod_mod_visitcounterYesterday790
mod_mod_visitcounterThis week431
mod_mod_visitcounterThis month14571
mod_mod_visitcounterAll days382268

Kotbah Minggu, 1 Mei 2015 (Hari Minggu Paskah VI)

Kotbah Minggu, 1 Mei 2015 (Hari Minggu Paskah VI)kitab suci

Minggu, 1 Mei 2015 (Hari Minggu Paskah VI (putih))

Tema Perayaan Iman : Damai Sejahtera Bagi Semua

Daftar Bacaan Kitab Suci

Bacaan I                          : Kisah Para Rasul 16 : 9-15

Mazmur antar bacaan      : Mazmur 67

Bacaan II                         : Wahyu 21 : 10, 22-22:5

Bacaan Injil                      : Yohanes 14 : 23-29

Pdt. Yehuda Fajar Kristian Labeti (GKJ Wiladeg)

 

Dasar Pemikiran

Kedatangan Tuhan Yesus ke dalam dunia adalah untuk memberikan damai sejahtera bagi semua umat manusia. Konsep mengenai damai sejahtera, tidak sama dengan apa yang dimiliki manusia. Ukuran kedamaian seringkali hanya sebatas materi, seperti kekayaan. Orang dikatakan hidupnya penuh damai sejahtera, jika ia memiliki kekayaan secara duniawi. Tak elak, banyak orang mengejar kekayaan, karena terjebak pada konsep damai sejahtera menurut ukuran dunia. Banyak cara pun dilakukan, baik cara yang benar, ataupun cara yang tidak layak dilakukan, seperti mencuri, korupsi, bahkan sikap menindas orang lain demi kepentingan diri sendiri. Damai sejahtera menurut ukuran Tuhan Yesus, yaitu jika umat-Nya hidup dalam kekudusan, hidup dalam keadilan, hidup dalam kesehatan, dan tidak ada kenajisan serta dusta dalam hidupnya. Jika konsep damai sejatera Tuhan Yesus ini ada dalam umat-Nya, maka umatNya akan merasakan damai sejatera yang nyata dan kekal. Penyertaan Roh Kudus, akan membantu dan menuntun umat-Nya, untuk senantiasa mengingatkan umat-Nya, mengenai konsep damai sejahtera Tuhan Yesus, yang harus senantiasa dimiliki. 

Keterangan Tiap Bacaan

Kisah Para Rasul 16 : 9-15

Lidia bukan dari Makedonia. Ia berasal dari Tiatira, di Asia, ia bukan orang dari Yahudi. Ia telah melakukan perjalanan dari Asia, di mana Paulus berada, ke kota yang jauh yaitu ke Filipi di Makedonia. Oleh ketetapan Allah, Lidia telah pergi lebih dulu ke sana sebelum Paulus tiba di sana. Di Makedonia, di negeri asing itu, ia mendengar Injil dan menerima pertobatan. Tuhan Allah telah membuka hati Lidia (ayat 14) dan ia bisa menerima berita kedamaian abadi tentang Kristus. Peristiwa ini menunjukkan bahwa kedamaian diperuntukkan bagi semua orang, bukan hanya untuk golongan Yahudi saja (tertentu).

Makna teks dalam konteks tema pelayanan Sinode GKJ

Kesaksian Para Rasul ini juga berpengaruh pada kehidupan jemaat Tuhan masa kini. Ajakan pertobatan dan pemberitaan Injil diperuntukkan bagi semua orang, agar semua orang hidup saling mencinta/mengasihi. Hal itu dapat dimulai dari kehidupan jemaat itu sendiri, sebagai bagian dari keluarga Allah yang hidup dalam cinta kasih.

Makna teks dalam konteks perayaan liturgi Gereja

Damai sejahtera itu sejatinya milik semua orang. Tidak eksklusif pada golongan tertentu saja. Kehidupan Lidia membuktikkan bahwa damai sejahtera diperuntukkan bagi semua orang. Demikian pula jemaat Tuhan, diajak untuk menebarkan damai sejahtera bagi semua orang.

Mazmur 67

Tuhan Allah memberikan damai sejahtera-Nya bagi seluruh umat di dunia ini. Penulis Mazmur ingin menegaskan bahwa tidak ada sumber damai sejahtera selain dari pada Tuhan Allah sendiri. Nyanyian Mazmur 67 ini merupakan bentuk sukacita umat Tuhan, yang selalu merasakan damai sejahtera-Nya. Umat Tuhan merasakan belas kasihan, merasakan kedamaian yang dipancarkan melalui wajah-Nya, merasakan keadilan-Nya, merasakan tuntunan-Nya, dan merasakan hasil tanah yang melimpah. Itulah wujud dari semua berkat damai sejahtera Tuhan Allah yang diberikan kepada umat-Nya.

Makna Teks dalam Konteks Tema Pelayanan Sinode GKJ

Jemaat Tuhan adalah bagian dari anggota keluarga Allah, di mana setiap anggota hidup dalam damai sejahtera dan cinta kasih-Nya. Nyanyian mazmur ini, mengajak jemaat Tuhan untuk senantiasa dekat dengan Tuhan, agar keutuhan anggota keluarga Allah senantiasa abadi, sehingga damai sejahtera yang dikehendaki Tuhan, dapat dirasakan seluruh manusia, melalui anggota keluarga-Nya. 

Makna Teks dalam Konteks Perayaan Liturgi Gereja

Pemazmur telah membuktikan, bahwa sumber damai sejahtera adalah Tuhan. Jemaat Tuhan diajak untuk menjadi penebar damai sejahtera, maka jemaat Tuhan hidup dekat dengan Sang Sumber Damai Sejahtera, yaitu Tuhan Allah. Dengan hidup dekat dengan Tuhan, jemaat Tuhan akan mampu menjadi pewarta damai sejahtera, bagi semua orang.

Wahyu 21 : 10, 22-22:5

Rasul Yohanes penulis kitab Wahyu ini, ingin menggambarkan kehidupan umat Tuhan yang diperbaharui oleh Anak Domba, yaitu Tuhan Yesus Kristus. Umat yang diperbaharui, bagaikan kota kudus, dimana kegelapan sudah tidak lagi menyelimuti kehidupan umat-Nya, sebab hanya sinar kemuliaan Allah yang menerangi kehidupan umat-Nya. Sebagai umat yang diperbaharui, maka tidak ada lagi kenajisan, dusta, dan laknat. Inilah gambaran umat-Nya yang telah menerima damai sejahtera-Nya.

Makna teks dalam konteks tema pelayanan Sinode GKJ

Sebagai bagian dari anggota keluarga Allah, jemaat Tuhan dituntut senantiasa hidup dalam kekudusan, jauh dari kenajisan, sebagai wujud hidup dalam cinta kasih-Nya.

Makna teks dalam konteks perayaan liturgi Gereja

Kesaksian Yohanes mengajak jemaat Tuhan untuk menjadi saksi damai sejahtera bagi semua orang. Karena jemaat Tuhan telah menerima damai sejahtera-Nya, melalui kehidupan Tuhan Yesus yang telah memperbaharui kehidupan jemaat Tuhan. Kesaksian akan damai sejahtera itu, menjadikan semua orang juga merasakan pembaharuan hidup, melalui karya Tuhan Yesus.

Yohanes 14 : 23-29

Melalui kesaksian Yohanes, umatNya kembali diingatkan akan damai sejahtera yang kekal dan abadi, sudah ada sejak manusia masih berada di dunia ini. Namun, damai sejahtera yang ditinggalkan Tuhan Yesus, berbeda dengan kedamaian dari dunia ini (ayat 27). Karena Tuhan Yesus tidak meninggalkan damai sejahtera, berupa harta duniawi, tetapi Ia meninggalkan harta surgawi, harta yang tidak ternilai. Roh Kudus, wujud nyata damai sejahtera Tuhan Yesus, diberikan kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya, akan senantiasa mengajarkan dan mengingatkan umat-Nya agar merasakan damai sejahteraNya, dan juga membagikan damai sejahtera-Nya bagi semua orang  (ayat 26). Selain itu, setiap orang percaya yang melakukan kehendak Bapa, juga akan dicurahi berkat damai sejahtera yang kekal dan abadi.

Makna teks dalam konteks tema pelayanan Sinode GKJ

Roh Kudus diberikan kepada jemaat Tuhan, agar hidupnya senantiasa dalam cinta kasih Tuhan. Setiap bagian anggota keluarga Allah, harus mewujudkan damai sejahtera-Nya, dengan terus hidup dituntun dalam kuasa dan karya Roh Kudus.

Makna teks dalam konteks perayaan liturgi Gereja

Damai sejatera yang kekal dan abadi sudah diberikan Tuhan Yesus bagi jemaat Tuhan, dalam diri Roh Kudus. Damai sejahtera itu tidak eksklusif bagi jemaat Tuhan saja. Karya Roh Kudus yang mendamaikan setiap hati manusia, adalah milik semua orang di dunia ini.

Harmonisasi Bacaan

Injil Yohanes, Mazmur, dan Kisah Para Rasul memberikan keterangan bahwa Tuhan telah dan terus memberikan kedamaian kepada semua orang. Damai sejahtera   yang diberikan Tuhan berupa belas kasihan, sinar mentari, tuntunan bagi para penguasa agar memerintah dengan adil, dan hasil tanah yang melimpah. Wahyu dan Injil Yohanes menjelaskan hanya orang kudus yang bisa merasakan Damai Sejahtera.

Renungan Atas Bacaan

Siapakah yang membutuhkan damai sejahtera? Jawabannya pasti, semua orang. Tidak akan ada manusia hidup dalam kesengsaraan atau dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Tuhan Allah memahami bahwa manusia membutuhkan damai sejahtera. Pemazmur telah merasakan damai dan sejahtera Tuhan Allah, hingga lantunan pujian dimazmurkan bagi Tuhan. Sebagai seorang yang haus akan damai sejahtera, Lydia merelakan diri untuk melakukan perjalanan jauh. Semua dilakukan, demi merasakan damai sejahtera Tuhan. Kini, umat Tuhan senantiasa diingatkan dan diajarkan akan damai sejahtera yang telah ditinggalkan Tuhan Yesus bagi umat-Nya. Yaitu dengan senantiasa hidup kudus, tidak hidup dalam dusta, kenajisan, dan laknat. 

Pokok Dan Arah Pewartaan

Pokok Pewartaan

Damai sejahtera berasal dari Allah untuk semua orang

Damai itu berupa kesehatan, merasakan kasih, penyertaan dan tuntunan-Nya, serta merasakan  pemerintahan yang adil

Arah Pewartaan

Manusia harus hidup kudus, seturut kehendak Tuhan agar bisa merasakan Damai Sejahtera

 

 

 

 

 

 

Kotbah Jangkep Bahasa Indonesia

Judul Khotbah:

Damai Sejahtera Bagi Semua

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

Alkisah, seorang Raja mengadakan sayembara dan akan memberi hadiah kepada siapa saja yang bisa melukis tentang kedamaian. Lukisan pertama menggambarkan sebuah telaga yang tenang. Permukaan telaga yang itu bagaikan cermin sempurna yang memantulkan kedamaian gunung-gunung yang tenang menjulang mengitarinya. Di atasnya terpampang langit biru dengan awan putih berarak-arak. Semua yang memandang lukisan ini akan berpendapat, inilah lukisan terbaik mengenai kedamaian. Lukisan kedua menggambarkan pegunungan juga. Namun tampak kasar dan gundul. Di atasnya terlukis langit yang gelap dan merah menandakan turunnya hujan badai, sedangkan tampak kilat menyambar-nyambar liar. Di sisi gunung ada air terjun deras yang berbuih-buih, sama sekali tidak menampakkan ketenangan dan kedamaian. Tapi, sang raja melihat sesuatu yang menarik, di balik air terjun itu tumbuh semak-semak kecil di atas sela-sela batu. Di dalam semak-semak itu seekor induk burung pipit meletakkan sarangnya. Jadi, di tengah-tengah riuh rendahnya air terjun, seekor induk Pipit sedang mengerami telurnya dengan damai. Benar-benar damai. Sayembarapun berakhir dan lukisan kedualah yang menang. Banyak orang terheran dengan keputusan Raja tersebut. Dalam penutupan sayembara tersebut, Sang Raja berkata : “Kedamaian bukan berarti Anda harus berada di tempat yang tanpa keributan, kesulitan atau pekerjaan yang keras dan sibuk. Kedamaian adalah hati yang tenang dan damai, meski Anda berada di tengah-tengah keributan luar biasa.”

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

Di dalam Yohanes 14 : 23-29, ada kata-kata penguatan Tuhan Yesus kepada murid-Nya, setelah Tuhan Yesus membasuh kaki para murid, yaitu dengan memberikan perintah baru untuk saling mengasihi. Tentu, perintah untuk saling mengasihi bukanlah perkara yang mudah, apalagi selama ini Tuhan Yesus merasakan beratnya berbagi kasih bagi semua orang , yang didapat malah kecaman dari orang Yahudi dan Farisi. Tuhan Yesus telah memberi penguatan, bahwa selama ini setiap orang telah memiliki damai sejahtera di hatinya. Jadi tidak perlu gelisah dan gentar hati. Untuk dapat merasakan kedamaian itu yaitu dengan menjalani hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Ada kuasa Roh Kudus yang akan senantiasa mengajarkan dan mengingatkan umat-Nya untuk selalu melakukan kehendak Tuhan Yesus, hidup dalam kasih.

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

Kedamaian itu tidak seperti di lukisan pertama. Kedamaian itu ada di lukisan kedua. Damai sejahtera tidak seperti ukuran dunia ini, yang hanya diukur secara materi. Damai sejahtera juga bukan karena keadaan lingkungan yang nyaman, dan tidak ada masalah sama sekali. Tetapi kedamaian itu ada di dalam hati yang bersih, bening dan penuh cinta kasih. Tak ada dusta, kenajisan, iri dengki, kemarahan, kepahitan, dan ketakutan. Lalu bagaimana wujud damai sejahtera Tuhan Yesus yang telah ditinggalkan bagi umat-Nya? Kita akan melihat hal itu, dalam beberapa contoh berikut ini:

Anak muda, tidak perlu galau hatinya saat cinta ditolak, atau saat tidak memiliki gadget baru, atau kendaraan bermotor yang baru. Karena itu hanya kedamaian duniawi yang semua, tidak kekal. Anak muda tidak akan galau bila fokus mengasihi Tuhan, melalui ketaatan ke gereja, patuh pada nasehat orang tua, belajar tekun di sekolah dan di rumah, dan membantu menjaga kebersihan rumah. Melihat tawa dan cahaya mata bahagia orang tua saat anaknya berhasil di dalam Tuhan, ini adalah salah satu bentuk kedamaian yang tak ternilai.

Ibu-ibu tak perlu resah hatinya, saat suami tidak mau mendengarkan cerita. Perlu waktu yang tepat saat kita bercerita. Kadang suami perlu waktu sendiri untuk membeningkan hatinya dari segala masalah hidup yang dialaminya. Tetap ada cinta seluas samudra untuk istri dan anaknya.

Bapak-bapak tidak perlu jengkel saat istri marah dan meremehkanmu. Terkadang istri bosan dengan pekerjaan rumah yang itu-itu saja. Tetapi istri kita mencintai kita dan hanya berharap engkau membantu pekerjaan rumah, walau hanya membantunya mencuci piring, atau memuji masakannya. Dan tak perlu memuji masakan favorit di restoran mahal di daerah kita.

Jemaat yang sakit fisik maupun psikisnya tidak perlu bimbang dan merasa tersisih saat dalam lembah kelam, tidak ada pendeta atau keluarga yang mengunjungi serta mendoakan. Hati yang bening akan membantu kita berpikir: Mungkin mereka sibuk, jadi kita tidak boleh berharap kepada manusia, kita harus berharap kepada Allah. Kita menyakini bahwa Allah, Sang Pemelihara sejati akan menggendong kita dengan cara-Nya yang ajaib dan tak terduga. Walau keluarga jauh di luar kota, ada tetangga yang penuh kasih menjaga kita yang sakit.

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

Merasakan damai itu saat hati memilih bertindak kudus dengan segala risiko dikucilkan dunia. Kebeningan hati memberikan kedamaian hati walau hasil panen tidak melimpah, walau ada pertengkaran di kantor, walau ada perbedaan pendapat di rumah, walau ada bencana alam yang menimpa, walau keinginan kita tidak selalu terpenuhi. Hati yang bening membuat kita selalu berpikir baik, semua orang mencintai kita dengan cara mereka masing-masing dan mengimani bahwa Allah selalu merancangkan damai sejahtera buat kehidupan kita. Sama seperti Tuhan Yesus yang tetap damai, saat ia membasuh kaki Yudas, yang akan mengkhianatinya, saat Tuhan Yesus menyembuhkan banyak orang sakit dan mendapat balasan berupa salib karena difitnah orang Farisi dan Yahudi. Seperti  induk pipit yang setia mengerami telurnya walau berada di dekat air terjun dan gunung yang terjal. Kita semua sudah diberi damai sejahtera oleh Tuhan Yesus, tugas kita menjaga hati ini tetap bening, kudus, tidak najis, dan tidak penuh dengan laknat, agar damai sejahtera Tuhan Yesus tetap kita rasakan. Kuasa Roh Kudus memampukan kita untuk membeningkan hati dan merasakan damai sejahtera walaupun badai kehidupan menerjang.

Amin.

Berita Terkait : KOTBAH MINGGU