Toko GEKAJE

gekaje

Polling Website

Apakah Website ini Menarik?

Artikel Terakhir

Calendar

« Dec 2017 »
M S S R K J S
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6

Statistik Website

mod_mod_visitcounterVisitors Online5
mod_mod_visitcounterHits2518419
mod_mod_visitcounterToday430
mod_mod_visitcounterYesterday790
mod_mod_visitcounterThis week430
mod_mod_visitcounterThis month14570
mod_mod_visitcounterAll days382267

Kotbah Minggu, 10 April 2016

Kotbah Minggu, 10 April 2016kasih mengubah segalanya

Minggu, 10 April 2016

Hari Minggu Paskah III (Putih)

Tema Perayaan Iman

Kasih mengubah segalanya

Daftar Bacaan Kitab Suci

Bacaan I                           : Kisah Para Rasul 9:1-20

Mazmur Antar Bacaan       : Mazmur 30

Bacaan II                          : Wahyu 5:11-14

Bacaan Injil                       : Yohanes 21:1-19

Tujuan Perayaan Iman

Jemaat dapat mengubah hidupnya menjadi lebih baik karena merasakan kasih Tuhan dan juga berjuang membawa perubahan bagi sesamanya karena kasih

 

KOTBAH

Kasih Mengubah Segalanya

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

Ada sebuah guyonan lama tentang seorang Pendeta yang mendengar laporan dari seseorang tentang anaknya.

”Ibu pendeta, anak ibu suka menyontek di sekolah!”

Lalu ibu pendeta pun berkata, ”Ampuni kami, ya Allah.”

Kemudian si pelapor melanjutkan, ”Anak ibu pendeta nilainya bagus-bagus dalam ujian bahkan dapat peringkat satu di kelas!”

Mendengar hal itu Ibu pendeta pun tak sengaja berkata, ”Puji Tuhan!”

 

Aneh memang, tapi itu kadang nyata. Sesuatu yang kita anggap jelek, tabu, tidak pantas dalam lingkup agama atau bahkan di luar agama, jika itu “menguntungkan” diri dan keluarga kita atau sahabat dekat kita, bisa berubah jadi “baik”. menyontek adalah perbuatan jelek yang dilarang oleh setiap agama karena menandakan ketidakjujuran. Tetapi kalau nilai jadi baik, bahkan jadi juara, nanti dulu jeleknya. Ada contoh yang lebih besar lagi. Membunuh, apapun alasannya, agama apapun pasti akan melarang melakukan hal itu. Tetapi lihatlah yang terjadi dalam bacaan pertama kita minggu ini. Saulus seorang petinggi agama Yahudi yang sangat membenci pengikut-pengikut Yesus Kristus dan bersemangat untuk membunuh para pengikut Yesus itu (ayat 1). Dan yang lebih mengherankan lagi adalah hal itu direstui oleh majelis Yahudi (ayat 2).

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

Dalam rangka melaksanakan semangat yang menyala dalam hatinya untuk membunuh dan menganiaya pengikut Yesus, Saulus pergi dari Yerusalem ke Damsyik. Dalam perjalanannya itu, Saulus perjumpa dengan Yesus. Bahkan dapat dikatakan, Saulus ditundukkan dan ditangkap oleh Tuhan Yesus. Saulus diubah dan diperbaharui oleh Tuhan Yesus. Perubahan itu membuat Saulus bukan saja mengurungkan niat dan ambisinya untuk memusnahkan para pengikut Kristus, tetapi juga menyediakan diri untuk dibaptis dan menjadi pewarta Injil (ayat 18,20).

Ternyata tidak hanya Saulus yang berubah. Ananias, salah seorang pengikut Kristus yang berada di Damsyik, juga mengalami perubahan besar dalam dirinya. Ketika Tuhan memberitahukan kepada Ananias untuk menjumpai Saulus, dia menolak. Ananias menolak karena, menurutnya, Saulus adalah seorang penjahat yang telah mendatangkan penderitaan bagi para pengikut Kristus. Namun setelah mendengar perkataan Tuhan, Ananias berubah dari menolak Saulus, menjadi menerima, datang dan menghampiri bahkan menyebut Saulus dengan sapaan yang melegakan: ”Saulus saudaraku” (ayat 17).

Luar biasa perubahan itu! Apa yang membuat perubahan itu terjadi? Kasih. Kasih Tuhan kepada Saulus memampukan Saulus mengubah jalan hidupnya. Dia, yang awalnya sangat membenci Yesus dan para pengikut-Nya, berubah menjadi seorang pewarta yang begitu setia. Ananias yang telah merasakan kasih Tuhan juga diubah dari pribadi yang keras menjadi lembut dan mampu menerima Saulus sebagai saudara dan rekan sepelayanannya. Luar biasa perubahan yang terjadi pada diri orang-orang yang mau merasakan kasih Tuhan dalam kehidupannya.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

Perubahan besar juga terjadi pada Para murid yang semalaman mencari ikan namun tidak mendapatkan apa-apa (Yohanes 21:1-19). Tuhan, melalui perintah-Nya untuk kembali menebarkan jala, mendatangkan semangat dalam diri para murid untuk berkarya. Perintah itu memberi semangat baru kepada murid-murid yang telah semalaman mencari ikan tapi tidak berhasil. Mujizat pun terjadi. Jala mereka penuh dengan ikan, bahkan sungguh amat banyak sampai sulit menariknya. Kehadiran Yesus tepat waktu. Dia datang dengan kasih yang memberi kekuatan untuk mencoba lagi setelah mengalami kegagalan. Kasih dan kehadiran Yesus berdampak nyata dan membawa perubahan, bahkan mengubah segalanya.

Pemazmur juga telah merasakan kasih dan cinta Tuhan dalam kehidupannya sehingga mengumandangkan pujian syukur. Setiap umat, yang telah merasakan Kasih Allah, dipanggil agar senantiasa bersyukur kepada Tuhan, sebab Dialah Allah yang murah hati. Hal ini tampak dalam Mazmur 30 ayat 5-6. Kebaikan dan kemurahan hati Allah adalah sumber kekuatan umat. Kita, manusia, dapat melanjutkan hidup karena kasih karunia Allah. Tanpa kemurahan Allah, mustahil kita bisa hidup. Inilah yang diyakini oleh pemazmur sehingga pemazmur hanya mau bergantung kepada Tuhan yang sanggup meluputkan dia dari maut (Mazmur 30 ayaat 7-8). Pemazmur senantiasa bersyukur atas hikmat dan kebaikan Tuhan yang tak pernah berkesudahan (ayat 5-6). Pemazmur bertekad mempersembahkan hidupnya kepada Tuhan (ayat 5) dan pemazmur berkomitmen untuk memuliakan Tuhan selama-lamanya. Tuhan layak untuk dimuliakan dengan seluruh kehidupan kita. Mari kita memusatkan hidup kita pada Tuhan seperti juga yang diungkapkan dalam Wahyu 5:11-14.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

Dalam bacaan kita hari ini, kita melihat orang-orang yang diubah oleh kasih Tuhan. Orang yang keras menjadi lembut karena Tuhan, Sang Sutradara Agung. Tuhan, dengan cintanya, mengubah karakter orang untuk menciptakan babak baru bagi anak-anaknya. Saulus, Ananis, murid-murid, pemazmur, bahkan kita. Persoalannya adalah apakah kita mau berubah? Setelah membaca kesaksian Firman Allah hari ini, apakah masih ada alasan bagi kita untuk tidak bisa berubah? Mari kita berjuang untuk berubah menuju kebaikan. Yakinkan diri kita bahwa kasih Tuhan mampu mengubah segalanya, termasuk Saudara dan saya.

Amin.

Berita Terkait : KOTBAH MINGGU