Toko GEKAJE

gekaje

Polling Website

Apakah Website ini Menarik?

Artikel Terakhir

Calendar

« Dec 2017 »
M S S R K J S
26 27 28 29 30 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31 1 2 3 4 5 6

Statistik Website

mod_mod_visitcounterVisitors Online4
mod_mod_visitcounterHits2518427
mod_mod_visitcounterToday430
mod_mod_visitcounterYesterday790
mod_mod_visitcounterThis week430
mod_mod_visitcounterThis month14570
mod_mod_visitcounterAll days382267

Sejarah GKJ Tanjung Priok

MASA 1964 - 1993

Berawal dari sebuah komunitas Kristen yang terdiri dari tujuh kepala keluarga dan lima pemuda yang bermukim di kawasan Kebantenan dan Warakas, dimulailah sebuah perjalanan menjadi sebuah komunitas Gereja mandiri bernama GKJ Tanjung Priok. Dengan latar belakang yang sama sebagai pendatang dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, maka mereka juga ingin beribadah seperti halnya ketika mereka ada di daerah asalnya. Merekapun beribadah di GKJ Jakarta. Pada waktu itu, GKJ Jakarta belum mempunyai gedung gereja. Kegiatannya masih diselenggarakan di aula PSKD di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat sehingga warga yang tinggal di Tanjung Priok harus menempuh jarak puluhan kilometer dan biaya mahal setiap ingin kebaktian di GKJ Jakarta.

 

Dalam sebuah pertemuan keluarga yang dihadiri oleh Pdt. Roesman Moeljodwiatmoko (pendeta GKJ Jakarta), warga jemaat di Tanjung Priok menyampaikan harapan mereka agar dapat diselenggarakan kebaktian Minggu di Tanjung Priok. Akhirnya Majelis GKJ Jakarta mengabulkan keinginan warga Wilayah Tanjung Priok. Kebaktian perdana mereka diadakan di gedung SD Dewi Sartika, Jl. Dusun 4 Tanjung Priok pada tanggal 7 Pebruari 1965 dengan jumlah warga hadir sebanyak 15 orang. Karena keadaan gedung yang tidak memadai, maka warga berupaya mencari tempat ibadah lain yang lebih baik. Akhirnya upaya yang dilakukan berhasil. Majelis Gereja Advent, Jl. Anggrek No 17 Tanjung Priok, mengijinkan penggunaan gedung gerejanya untuk kebaktian setiap hari Minggu dari pukul 17.00-18.00.

 

Semangat jemaat GKJ Jakarta Wilayah Tanjung Priok untuk mempunyai gedung gereja sendiri sangat besar. Mereka berusaha mendapatkan tanah untuk membangun gereja dan membentuk Panitia Pembangunan Gereja. Pada bulan Mei 1972 diperoleh sebidang tanah dari PT. Pelita Bahari dengan status tanah garapan seluas 884 M2 yang terletak di Jl. Kelapa Dua/ Jl. Cilincing Raya. Pada tanggal 17 Desember 1972 bangunan GKJ Jakarta Wilayah Tanjung Priok sudah dapat dipergunakan untuk kebaktian pertama kalinya yang dilayani oleh Pdt. Roesman Moeljodwiatmoko. Waktu itu bangunan masih berupa kayu berdinding “gedhek” (bambu). Dalam waktu dua puluh tahun berikutnya GKJ Jakarta Wilayah Tanjung Priok terus berbenah dalam pembangunan gedung gereja, hingga bangunan gereja menjadi semakin baik dan kokoh. Namun karena status tanah garapan, yang suatu saat bisa diambil alih Pemerintah Daerah, makan Badan Pelaksana Pembangunan Gereja (BPPG) juga berupaya mendapatkan tanah lain untuk antisipasi jika tanah di Kelapa Dua digusur. Tanah cadangan ini akhirnya didapat di daerah Rawa Indah.

 

MASA 1993-2012

Setelah melalui proses yang panjang dan rumit, maka gereja ini dinyatakan sebagai gereja dewasa pada hari Jumat Pahing, tanggal 28 Mei 1993, dengan nama GKJ Tanjung Priok. Gereja Kristen Jawa Tanjung Priok lahir dengan nomor urut 211 pada  Sinode Gereja-Gereja Kristen Jawa. Dalam perjalanan berikutnya GKJ Tanjung Priok memanggil Pendeta pelayan jemaat atas diri Pdt. Andreas Untung Wiyono, S.Th yang diteguhkan pada 30 Mei 1995. Karena dirasakan perlu penambahan tenaga pendeta, akhirnya Majelis GKJ Tanjung Priok memanggil lagi satu pendeta atas diri Pdt. Wisnu Tri Handayani, S.Si yang ditahbiskan pada tanggal 30 Mei 2008.

Selama kurun waktu 19 tahun ini GKJ Tanjung Priok telah mengalami proses sebagai gereja mandiri. Ibarat gelombang, GKJ Tanjung Priok berjalan naik dan turun. Ada prestasi yang membuat jemaat tertawa bersuka bersama, ada kenangan pahit yang membuat jemaat tertegun bersama. Berbagai kejadian, manis maupun pahit telah dilalui bersama sebagai jemaat dengan harapan besar sebagai bagian dari pemberitaan dari karya Penyelamatan Allah di dunia.

GKJ Tanjung Priok harus terus berkarya ditengah kehidupan dengan terus mengupayakan Pemberitaan Injil yang didukung oleh Pemeliharaan Iman Warga yang makin baik. Sebagai gereja yang berklasis dan bersinode GKJ Tanjung Priok juga terus memelihara hubungan baik dengan gereja-gereja di klasis dan Sinode serta dalam pelayanan oikumene.

Tantangan ke depan semakin berat, perlu semangat bersama dan kaderisasi yang kuat untuk mempertahankan visi para pemrakarsa lahirnya GKJ Tanjung Priok.